System Approach for Education (Corrigan, 1966)

    System Approach for Education



Corrigan menjelaskan dalam papernya mendeskripsikan tentang bagaimana proses pemecahan masalah khususnya dalam pembelajaran.

to define a system
approach in terms of a problem-solving process, and to identify
the characteristics of the general sequence of steps involved in
applying a system approach to education.
In education, we are attempting to meet needs: needs of society,
needs of learners, and needs of educators to be responsive to requirements
placed upon, us by those we strive to serve. A need
is here defined as the discrepancy between what is and what is
required--a definition that indicates that a need is a measurable
difference or distance between a present state or condition and
what is required to be accomplished. 

untuk mendefinisikan sebuah sistem
pendekatan dalam hal proses pemecahan masalah, dan untuk mengidentifikasi
karakteristik urutan umum langkah-langkah yang terlibat dalam
menerapkan pendekatan sistem terhadap pendidikan.
Di bidang pendidikan, kita berusaha untuk memenuhi kebutuhan: kebutuhan masyarakat,
kebutuhan peserta didik, dan kebutuhan pendidik untuk bersikap responsif terhadap persyaratan
ditempatkan di atas, kita oleh orang-orang yang kita berusaha untuk melayani. Sebuah kebutuhan
Di sini didefinisikan sebagai perbedaan antara apa dan apa adanya
diperlukan - definisi yang menunjukkan bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang terukur
perbedaan atau jarak antara keadaan atau kondisi sekarang dan
apa yang harus diselesaikan

berikut tahapan - tahapan dalam model system Approach for education ( Safe model corrigan ) :

A.      Tahap I : Analisis Sistem

1.     Menilai kebutuhan
2.     Menentukan tujuan misi
3.     Menentukan persyaratan misi
4.     Menentukan hambatan
5.     Menentukan profil misi dan persyaratan serta hambatan
6.     Melakukan analisis fungsional tentang persyaratan dan hambatan
7.     Melakukan analisis tugas dan persyaratan dan hambatan
8.     Melakukan analisis metode, alat dan persyaratan dan hambatan
9.     Membuat keputusan final tentang meneruskan atau berhenti

b.     Tahap II : Sistesis Sistem

1.     Mengidentifikasi strategi perencanaan masalah
2.     Mendesain pengelolaan/rencana pelaksanaan untuk setiap alternatif
3.     Menganalisis alternatif dari segi keefektifan dan efisiensi biaya
4.     Memilih rencana pengelolaan dan pelaksaan yang mempunyai keefektifan biaya yang optimal
5.     Menyusun rencana validasi atau tes lapangan (metode/media) yang sesuai.
6.     Implementasi/ pengelolaan penggunaan rencana pelaksanaan
7.     Mengevaluasi penampilan (proses dan produk)
8.     Merevisi untuk mencapai prestrasi yang dipersyaratkan

Peruntukan
Suatu pola atau rencana yang sistematis dalam menilai, mendeskripsikan, mengidentifikasi, mengembangkan serta menggunakan komponen-komponen sistem pembelajaran (peserta didik, tujuan, materi, media, metode, dan evaluasi) demi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Kelebihan

Secara jelas model ini mempunyai kelebihan dengan runtutan sebagai berikut :

1.       Tahap I
a.      Identifikasi masalah
b.     Analisis latar
c.      Organisasi pengelolaan

2.       Tahap II Analisis Pengembangan sistem
a.      Identifikasi tujuan
b.     Penentuan metode
c.      Penentuan prototipe

3.       Tahap III
a.      Melaksanakan tes atau uji coba prototipe
b.     Menganalisis hasil uji coba
c.      Implementasi atau uji coba ulang




source : 
https://link.springer.com/article/10.1007/BF02769075
http://bloggerunnik2013.blogspot.co.id/2013/06/modelmodel-pengembangan-instruksional-i.html




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Domain Afektif ( Contoh dalam diri )

Domain Kognitif ( C1 - C6 )

Pembelajaran sebagai sistem