Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

mengapa saya tidak dapat melukiskan diri saya sendiri? (tugas ranah psikomotor)

Gambar
Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan.(id.wikipedia) Alasan mengapa saya tidak bisa melukiskan diri saya sendiri : 1. Saya tidak punya bakat menggambar ataupun melukis\     ketika saya menggambar atau melukis hasilnya tidak pernah sesuai dengan obyek yang      saya gambar dan itu membuat saya kadang merasa malas dan enggan untuk melakukannya, 2. melukis itu bukan passion saya     melukis sendiri bukan passion saya dan sejak kecil juga saya tidak terlalu suka dengan     menggambar ya karena tadi " Keinginan tidak sesuai dengan kenyataan " apa yang saya     gambar tidak pernah sesuai dengan obyek gambar  3. saya lebih suka berkarya diatas irama ketimbang menggoreskan tinta di...

System Approach for Education (Corrigan, 1966)

Gambar
    System Approach for Education Corrigan menjelaskan dalam papernya mendeskripsikan tentang bagaimana proses pemecahan masalah khususnya dalam pembelajaran. to define a system approach in terms of a problem-solving process, and to identify the characteristics of the general sequence of steps involved in applying a system approach to education. In education, we are attempting to meet needs: needs of society, needs of learners, and needs of educators to be responsive to requirements placed upon, us by those we strive to serve. A need is here defined as the discrepancy between what is and what is required--a definition that indicates that a need is a measurable difference or distance between a present state or condition and what is required to be accomplished.  untuk mendefinisikan sebuah sistem pendekatan dalam hal proses pemecahan masalah, dan untuk mengidentifikasi karakteristik urutan umum langkah-langkah yang terlibat dalam ...

Domain Afektif ( Contoh dalam diri )

Gambar
Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Disini saya mengambil contoh Ranah Afektif dalam diri saya sendiri yaitu “Life is Music, Music is Everywhere” “LIFE IS MUSIC, MUSIC IS EVERYWHERE” Music itu ibarat suatu kehidupan yang nyata tersusun oleh harmoni dan melodi yang berirama, yang serasa akan sangat hampa apabila didalam kehidupan tanpa adanya music menurutku. Saya sangat mencintai music karena music selalu mendatangkan ketenangan dalam hidup, music selalu membawa saya ke keadaan “slowly” ketika saya sedang menghadapi masalah yang sangat rumit. Music sudah menjadi suatu habbit yang melekat pada diri saya, ketika beraktifitas  tanpa diiringi music mungkin aktifitasku hanya sebatas aktifitas biasa. Namun  apabila suatu aktifitas yang diiringi dengan irama music saya menganggap sebagai rutinitas. Whatsapp meen,, betapa sangat alaynya k...

Domain Kognitif ( C1 - C6 )

Gambar
Bloom membagi domain kognisi ke dalam 6 tingkatan yang saling terintegrasi dari yang terendah sampai yang tertinggi. berikut adalah contoh dan penjelasannya : 1. Pengetahuan (Knowledge) C1 Bermakna kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, rumus-rumus, dan sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunkannya. Kita sering mengenali istilah ini sebagai mode belajar hafalan. Knowledge termasuk dalam proses berpikir yang terendah. contoh : biasanya kita sering mendapati ketika kita belajar undang - undang dalam pelajaran PPKN lalu kita menghafalnya dan dapat menuliskannya secara benar dari apa yang kita pelajari melalui metode hafalan tersebut. 2. Pemahaman (Comprehension) C2 Berisikan kemampuan mendemonstrasikan fakta dan gagasan mengelompokkan dengan mengorganisir, membandingkan, menerjemahkan, memaknai, memberi deskripsi, dan menyatakan gagasan utama. Dengan kata lain, memahami adalah m...

Pembelajaran sebagai sistem

Gambar
Pembelajaran sebagai sistem Pengertian sistem secara umum adalah suatu paduan yang terdiri dari beberapa unsur yang tergabung satu sama lain agar mempermudah laju aliran informasi, energi ataupun materi hingga dapat mencapai tujuan tertentu. Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruk-sional, untuk membuat siswa belajar secara aktif. Yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Pembelajaran sebagai sistem terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran , materi pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, media pembelajaran/alat peraga, pengorganisasian kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran . Pembelajaran termasuk dalam sistem, mengapa? ·          Pertama, setiap sistem pasti memiliki tujuan, yang mana tujuan tersebut merupakan ciri utama dari sistem. Pembelajaran mempunyai tujuan yaitu tercapainya perubahan tingkah laku dari sisw...

Teori Psikologi Dalam Pembelajaran

1.      Aliran Behaviorisme Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon . Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. 2.      Aliran Humanisme Dalam teori belajar humanisme,   belajar dianggap berhasil jika siswa memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. siswa harus mampu ...

12 Prinsip Pembelajaran Menyenangkan

1.       Respon akan diulang, bila akibat yang ditimbulkan menyenangkan  Pembelajaran yang menyenangkan dapat menumbuhkan semangat belajar siswa sehingga terciptanya respon yang baik serta materi yang disampaikan akan mudah diterima oleh siswa 2.       Perilaku belajar tidak hanya akibat dari respon, tetapi juga pengaruh kondisi lingkungan siswa  Untukmenciptakan respon yang positif dari siswa, dalam pembelajaran seorang pengajar diharuskan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyiapkan media yang menarik supaya siswa lebih maksimal dalam mengikuti pembelajaran 3.       Perilaku yang dihasilkan akan berkurang bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan Dalam pemberian materi alangkah baiknya membrikan kesan yang menyenangkan dan dapat memberikan kesan yang bermakna sebagai metode  implikasi kehidupan siswa serta perilakunya sehari - hari ke yang lebih baik. ...

GENERASI MILENIAL

 Generasi Menunduk Bukan Terpuruk             Pada hakikatnya generasi milenial sendiri dapat berarti generasi pada masa yang sedang kita jalani saat ini, diamana kita pun dapat merasakannya sendiri seperti kecanduan smartphone, laptop, tablet, gadjet, tv, internet  dan lain - lain. Sebelum kita perdalam mengenai Generasi Milenial alangkah baiknya apabila kita mengenal terlebih dahulu generasi setelah perang dunia kedua yang berhubungan dengan masa kini menurut teori generasi : 1.       Baby Boomer (Lahir tahun 1946 – 1964) Generasi ini terkenal dengan lahirnya banyak anak dan banyak saudara 2.       Generasi X (Lahir tahun 1965 – 1980) Pada tahun ini mulai booming – boomingya yang namanya penggunaan PC (Personal Computer) 3.       Generasi Y (Lahir tahun 1981 – 2000) Nah ini dia Generasi yang akan kita perdalam Generasi Milenial di...

PERAN MAHASISWA DALAM PENDIDIKAN INDONESIA

Agent of Social Change ( Agen Perubahan Sosial ) Pendidikan merupakan suatu aspek paling penting dalam peradaban bangsa. Dengan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter dapat dipastikan sebuah bangsa dapat mengoptimalkan pembangunannya. Masalah – masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran, yang berdampak pada kelaparan, gelandangan dan masalah lainnya bukan tidak mungkin bahkan diyakini dapat teratasi oleh sistem pendidikan yang saling berkesinambungan (terintegrasi) dan memiliki Visi/tujuan yang jelas. Menurut bincang – bincang Masyarakat para pemuda – pemudi adalah bibit atau tunas emas suatu bangsa apalagi tentang para Mahasiswa selaku insan akademis, dilirik mempunyai kekuatan intelektual yang lebih sehingga kepekaan dan nalar yang rasional dapat diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pendidikan dan sosial di masyarakat.  Di era sekarang Indonesia sudah mencapai kemerdekaan kurang lebih 72 tahun, dan telah terbebaskan dari kata par...