GENERASI MILENIAL
Generasi Menunduk Bukan Terpuruk
Pada
hakikatnya generasi milenial sendiri dapat berarti generasi pada masa yang
sedang kita jalani saat ini, diamana kita pun dapat merasakannya sendiri
seperti kecanduan smartphone, laptop, tablet, gadjet, tv, internet dan lain - lain. Sebelum kita perdalam
mengenai Generasi Milenial alangkah baiknya apabila kita mengenal terlebih
dahulu generasi setelah perang dunia kedua yang berhubungan dengan masa kini
menurut teori generasi :
1. Baby
Boomer (Lahir tahun 1946 – 1964)
Generasi ini terkenal
dengan lahirnya banyak anak dan banyak saudara
2. Generasi
X (Lahir tahun 1965 – 1980)
Pada tahun ini mulai
booming – boomingya yang namanya penggunaan PC (Personal Computer)
3. Generasi
Y (Lahir tahun 1981 – 2000)
Nah ini dia Generasi
yang akan kita perdalam Generasi Milenial disebut juga Generasi menunduk.
Mengapa dikatakan generasi menunduk? Karena generasi ini banyak menggunakan
teknologi komunikasi instan seperti email, sms, instan massaging, dan media
sosial seperti Facebook dan Twiter, Mereka juga suka main game online. Karena
mereka terlalu ketergantungan dengan smartphone jadi mereka lebih suka menunduk
walaupun sedang berjalan di tengah keramaian sekalipun.
4. Generasi
Z (Lahir tahun 2001 – 2010)
Generasi ini disebut I
Generation atau generasi Internet. Generasi ini hampir mirip dengan generasi Y
namun generasi ini lebih mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu
ponsel.
5. Generasi
Alpha (Lahir tahun 2011 – 2025)
Ini mungkin generasi anak cucu kita.
Generasi ini disebut juga generasi si Otak Jenius, Sangat Terdidik.
Generasi
Milenial adalah Generasi yang lahir antara tahun 1980an sampai 2000. Dengan
kata lain generasi yang sekarang berumur 15 – 35 tahun. Dan kita pun termasuk
generasi milenial. Sebelum Kita bahas lebih lanjut tentang generasi milenial
kita perlu tahu bahwa generasi milenial disebut juga generasi Y atau yang kita
bahas disini generasi menunduk. Mari kita kenali generasi milenium :
1. Kecanduan
Handphone
2. Lahir
di zaman TV sudah berwarna dan memakai remot
3. Setiap
tahun ganti Smartphone
4. Internet
menjadi kebutuhan Pokok
5. Berusaha
selalu terkoneksi dimanapun
6. Eksistensi
sosial ditentukan dari jumlah follower dan like
7. Punya
tokoh idola
8. Afeksi
pada genre musik dan budaya pop yang sedang Hype (booming)
9. Ikut
latah #Hashtag ini #Hashtag itu, play for ini dan inu yang sering disebut
kekinian
Generasi ini
sering dikatakan generasi pemalas. Contohnya pulang kuliah atau kerja
‘nongkrong’ di Starb*cks, padahal dikosan hanya makan mie instan, karena ingin
menjaga image atau yang disebut anak muda JAIM, katanya. Sekolah atau kuliah
Cuma jadi ajang pamer harta orang tua, dan jadi perjuangan untuk yang tipe BPJS
(Budget pas-pasan, jiwa sosialita!).
Generasi ini
kurang suka bersosialisasi secara umum, mereka lebih suka menyendiri dengan
smartphonenya dan tanpa smartphone bagi mereka seperti bagai tanpa nafas.
Generasi millenium sangat butuh eksistensi diri untuk kepopulerannya, suka
berfoya-foya dengan harta orang tua. Suka mengikuti berita yang kekinian atau sedang
populer dan menyebarluaskannya tanpa memikirkan dampak negatifnya atau yang
biasa kita maksud ‘Berita HOAX’.
Namun, Jokowi
mengatakan Generasi Milenial merupakan potensi bangsa Indonesia. Oleh sebab
itu, dinamika generasi tersebut harus diamati agar kebijakan diambil pemerintah
nanti, tidak salah sasaran. ‘untuk apa..? supaya kami bisa mempersiapkan
kebijakan kedepan. Kalau kita tidak tahu, mana bisa kami menyiapkan sebuah
kebijakan, lanjut dia’. Saat hadir dalam acara ‘We The Fest’.
Nah, Jadi sebagai
generasi milenium kita harus pandai menempatkan situasi dan kondisi saat kita
berada di situasi tertentu. Internet memang sangat banyak manfaatnya namun
jangan sampai kita terpedaya dan kecanduan internet sehingga kita menjadi
pribadi yang individualisme. Mari kita menjadi generasi yang menunduk ( pandai
mengaplikasikan internet pada situasi dan kondisi yang tepat ) namun bukan
berarti terpuruk ( diperbudak oleh Handphone ).
Komentar
Posting Komentar