18 Nilai – nilai Pendidikan karakter bangsa Indonesia


1.    Religius, yakni ketaatan dan kepatuahan dalam memahami dan melaksanakan ajaran agama (aliran kepercayaan) yang dianut, termasuk dalam hal ini adalah sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama (aliran kepercayaan) lain, serta hidup rukun dan berdampingan.
Contoh : menjalankan kewajiban dalam beribadah seperti sholat 5 waktu

2.    Jujur, yakni sikap dan perilaku yang menceminkan kesatuan antara pengetahuan, perkataan, dan perbuatan (mengetahui apa yang benar, mengatakan yang benar, dan melakukan yang benar) sehingga menjadikan orang yang bersangkutan sebagai pribadi yang dapat dipercaya.
Contoh : mengerjakan tugas dengan kerja sendiri tanpa bantuan teman atau cheating

3.    Toleransi, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan agama, aliran kepercayaan, suku, adat, bahasa, ras, etnis, pendapat, dan hal-hal lain yang berbeda dengan dirinya secara sadar dan terbuka, serta dapat hidup tenang di tengah perbedaan tersebut.
Contoh : menghargai teman yang berbeda agama tanpa adanya perselisihan serta turut membantu apabila ada kesusahan dan saling hidup berdampingan.

4.    Disiplin, yakni kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku.
Contoh : mematuhi peraturan yang ada di lingkungan sekolah maupun masyarakat

5.    Kerja keras, yakni perilaku yang menunjukkan upaya secara sungguh-sungguh (berjuang hingga titik darah penghabisan) dalam menyelesaikan berbagai tugas, permasalahan, pekerjaan, dan lain-lain dengan sebaik-baiknya.
Contoh : mengerjakan tugas kuliah dengan sungguh – sungguh agar mendapat nilai yang maksimal

6.    Kreatif, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan inovasi dalam berbagai segi dalam memecahkan masalah, sehingga selalu menemukan cara-cara baru, bahkan hasil-hasil baru yang lebih baik dari sebelumnya.
Contoh : pembuatan alat – alat mekanik pembantu pertanian dari yang sebelumnya menggunakan bantuan tenaga hewan

7.    Mandiri, yakni sikap dan perilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan berbagai tugas maupun persoalan. Namun hal ini bukan berarti tidak boleh bekerjasama secara kolaboratif, melainkan tidak boleh melemparkan tugas dan tanggung jawab kepada orang lain.

Contoh : mengerjakan sesuatu tanpa harus bergantung pada orang lain dan yakinlah bahwa kita mampu seperti mengerjakan pekerjaan sekolah, pekerjaan rumah, dll

8.    Demokratis, yakni sikap dan cara berpikir yang mencerminkan persamaan hak dan kewajiban secara adil dan merata antara dirinya dengan orang lain.
Contoh : kebebasan untuk menyatakan pendapat dan aspirasi kita di depan umum, musyawarah untuk mufakat

9.    Rasa ingin tahu, yakni cara berpikir, sikap, dan perilaku yang mencerminkan penasaran dan keingintahuan terhadap segala hal yang dilihat, didengar, dan dipelajari secara lebih mendalam.
Contoh : selalu mencari tahu sumber informasi terkini melalui surat kabar, internet, buku, media social, dll. Namun kita harus bijak dan pintar untuk memilih dan memilah informasi tersebut

10.    Semangat kebangsaan atau nasionalisme, yakni sikap dan tindakan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau individu dan golongan.
Contoh : belajar dengan sungguh – sungguh salah satu bentuk kebangsaan kita sebagai pelajar

11.    Cinta tanah air, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan rasa bangga, setia, peduli, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, budaya, ekomoni, politik, dan sebagainya, sehingga tidak mudah menerima tawaran bangsa lain yang dapat merugikan bangsa sendiri.
Contoh : siap menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI dan berprinsip bahwa NKRI harga mati.

12.    Menghargai prestasi, yakni sikap terbuka terhadap prestasi orang lain dan mengakui kekurangan diri sendiri tanpa mengurangi semangat berprestasi yang lebih tinggi.
Contoh : menggunakan dan lebih mencintai terhadap produk – produk dalam negeri atau hasil karya anak bangsa dan mengurangi penggunaan hasil impor

13.    Komunikatif, senang bersahabat atau proaktif, yakni sikap dan tindakan terbuka terhadap orang lain melalui komunikasi yang santun sehingga tercipta kerja sama secara kolaboratif dengan baik.
Contoh : menjaga tali silaturahmi antar sesama umat manusia agar tidak putus

14.    Cinta damai, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan suasana damai, aman, tenang, dan nyaman atas kehadiran dirinya dalam komunitas atau masyarakat tertentu.
Contoh : tidak membuat onar di lingkungan sekitar dan tidak menyalahi aturan yang ada

15.    Gemar membaca, yakni kebiasaan dengan tanpa paksaan untuk menyediakan waktu secara khusus guna membaca berbagai informasi, baik buku, jurnal, majalah, koran, dan sebagainya, sehingga menimbulkan kebijakan bagi dirinya.
Contoh : mengisi waktu luang dengan membaca secara berkala serta menanamkan budaya membaca paling tidak satu hari satu buku

16.    Peduli lingkungan, yakni sikap dan tindakan yang selalu berupaya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar.
Contoh : menjaga kekayaan alam sekitar seperti melarang adanya penebangan pohon secara liar, membuang sampah ditempatnya, mengurangi penggunaan kantong plastik dan kertas

17.    Peduli sosial, yakni sikap dan perbuatan yang mencerminkan kepedulian terhadap orang lain maupun masyarakat yang membutuhkannya.
Contoh : melakukan kegiatan – kegiatan sosial seperti penggalangan dana, santunan anak yatim piatu, melakukan donor darah

18.    Tanggung jawab, yakni sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik yang berkaitan dengan diri sendiri, sosial, masyarakat, bangsa, negara, maupun agama.
Contoh : melaksanakan tugas dengan sebaik – baiknya dan tidak meninggalkan tugas tersebut karena itu adalah tanggung jawab kita baik itu tugas di sekolah, masyarakat, maupun di rumah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Domain Afektif ( Contoh dalam diri )

Domain Kognitif ( C1 - C6 )

Pembelajaran sebagai sistem